Halalan Thayyiban Untuk Si Omnivora

Posted by Unknown on 00:25


Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengizinkan manusia untuk makan segala macam yang ada di bumi ini dengan syarat bahwa yang dimakan itu adalah halaalan thoyyiban. Halal lagi thoyyib. Allah berfirman:
 
“Yaa ayyuhan naasu kuluu mimmaa fil ardhi halaalan thoyyiban”

(Wahai manusia makanlah apa yang ada di bumi ini makanan yang halal lagi thoyyib)

Yang halal sudah jelas. Yang haram juga sudah jelas. Dan diantara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui banyak orang. hal ini sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah Shalla Allahu 'alaihi wa Sallam:
 
“Innal halaala bayyinun, wa innal harooma bayyinun. Wa bainahumaa umuurun musytabihaatun laa ya’lamuhunna katsiirun minan naas ....” (Muttafaq ‘Alaih)

(Yang halal sudah jelas. Yang haram juga sudah jelas. Dan diantara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui banyak orang).

Siapa yang dapat menjaga diri dari yang syubhat (yang samar) maka dia telah menjaga keselamatan agama dan kehormatan dirinya. Dan barang siapa yang bermain-main dengan perkara yang syubhat, besar kemungkinan dia akan jatuh ke dalam perakara yang haram. Demikianlah dianatara lanjuta pesan Rasul tersebut.

Jama’ah jumat Rahimaniy wa Rahimakumullah
Itu sekilas tentang halal. Sedangkan mengenai thayyib, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan kepada para RasulNya untuk makan makanan yang baik-baik (thoyibaat), Allah Ta’ala juga telah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk makan yang baik-baik juga, dari segala macam rizki yang telah Allah berikan kepada mereka. Hal ini termaktub dalam firmanNya:
“Yaa ayyuhar rusulu kuluu minath-thoyyibaati wa’maluu shoolihaa”
(Wahai para Rasul, makanlah yang baik-baik dan beramal shalihlah)!
Yaa ayyuhal ladziiana aamanuu kuluu min thoyyibaati maa rozaqnaakum”
(Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa-apa yang Kami rizkikan kepada kalian)
Imam as-Shabuniy menjelaskan makna at-Thayyibaat sebagai berikut ini. “Yang dimaksud dengan at-thoyyibaat adalah rizki yang halal. Maka semua yang dihalalkan oleh Allah adalah thayyib (baik). Sedang semua yang diharamkan oleh Allah adalah khobiits (kotor)”.
Umar ibn Abdil ‘Aziz berkata:”Yang dimaksud adalah baik usahanya, bukan baik makanannya”. Hal ini sebagamana dikuatkan oleh hadits:
عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ( إن الله تعالى طيب لا يقبل إلا طيبا وإن الله أمر المؤمنين بما أمر به المرسلين فقال تعالى: ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ). وقال تعالى: ( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ). ثم ذكر الرجل يطيل السفر أشعث أغبر يمد يديه إلى السماء يا رب يارب ومطعمه حرام ومشربه حرام وملبسه حرام وغذي بالحرام فأنى يستجاب له
(HR. Ahmad, Muslim, dan At-Tirmidziy dari Abu Hurairah)
Inilah penjelasan ath-Thoyyib minar rizqi dengan penjelasan Rasulullah SAW.

Pakaian, nasi, air putih yang kita minum, atau rumah yang kita tempati, yang pada asalnya halal akan menjadi tidak thayyib dalam pandangan Allah jika dihasilkan dari usaha yang haram seperti mencuri, menipu, merampok, korupsi misalnya. 
Dalam hadits tersebut juga dapat kita ambil faidah bahwa diantara perkara-perkara yang menyebabkan do’a tidak mustajab adalah karena mengkonsumsi barang-barang yang haram. Bisa jadi ada, bahkan mungkin banyak -atas kehendak Allah- orang yang mengkonsumsi barang yang haram permintaan-permintaannya selalu terkabulkan. Maka hati-hati kalau itu terjadi pada diri kita. Barangkali itu merupakan istidroj dari Allah. Yaitu sebuah bentuk panglulon oleh Allah. Dicekoki dengan terkabulnya segala permintaan yang akhirnya justru semakin menjauhkan dari Allah. Na’udzu billah min dzaalik.(mf-)


Nama Anda
New Johny WussUpdated: 00:25

0 comments:

Post a Comment

Like us on Facebook

Powered by Blogger.

Search This Blog

Popular Posts

Blogger news

Popular Posts

CB